Rabu, 17 September 2014

Buku Kurikulum 2013 Gratis !

Kurikulum 2013 sangatlah baru untuk dunia pendidikan, banya upaya yang dilakukan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan untuk sosialisasiKurikulum 2013 ini anatara lain dengan mengadakan Diklat kurikulum 2013 kepada seluruh Pendidik dan Tenaga Kependidikan karena Meraka lah yang terjun langsung berhadapan deng asasarn Kurikulum 2013 yaitu siswa siswa.
Kurikulum 2013 menyatukan beberapa mata pelajaran menjadi suatu tema yang diharapkan akan mempermudah guru dalam penyampaian materi dan mempermudah siswa dalam menerap materi pelajaran. 
Dalam pembelajaran kurikulum 2013 didampingi oleh buku Kurikulum 2013, Buku Kurikulum 2013 terdiri dari buku guru dan buku siswa, setiap siswa mendapat satu buku untuk mendampingi merek adalam proses pembelajaran. Di sini peran Pemerintah muncul dengan menggratiskan Buku Kurikulum 2013.

Kamis, 07 Agustus 2014

Intergritas Kader Bangsa

Pendidikan adalah salah satu bidang yang sangat diperhatikan oleh Pemerintah, Pendidikan yagn baik akan menghasilkan output yang berkualitas pula. Banyak upaya yang dilakukan oleh Pemerintah untuk meningkatkan Pendidikan yang ada di Indonesia, salah satunya adalah anggaran Pendidikan yang mencapai 20% dari APBN.
Dana yang besar harus diimbangi dengan implementasi yang baik pula, dari segi sarana dan prasaran, tenaga pendidikan dan kependidikan. Dengan terpenuhinya hal - hal tersebut dapat memperlancar berlangsungnya proses pembelajaran, suasana belajar yang menarik akan membuat penyerapan materi yang baik. Semua ilmu pengetahuan yang masuk dalam pikiran siswa - siswa  tentunya akan menjadikan kader - kader bangsa tersebut menjadi lebih baik, berkualitas dan akan meningkatkan integritas yang kuat.

Mensyukuri Karunia Mu

Dalam manjalani kehidupan kita akan dihadapkan anyak tantangan dan apabila kita dapat mengatasi dan melewati tantangan - tantangan tersebut kita akan meraih kebahagiaan.
Tantangan dalam kehidupan tersebut bisa berupa caobaan, masalah dan lain sebagainya, semua cobaan yang akan kita hadapi harus kita persiapkan cara - cara untuk mengatasi dan melewatinya. Pikiran tenang dan jernih adalah kunci dari pemecahan masalah yang ada dalam kahidupan ini. Pengamalan nilai - nilai kehidupan akan membimbing kita menjadi lebih baik dan selalu siap dalam menghadapi semua tantangan - tantangan tersebut.
Jangan sampai bila kitasudah  bisa melewati suatu masalah dan merasakan kebahagiaan , kita lupa akan siapa yang memberi samua yang kita miliki. Tuhan telah menyediakan apa yang kita butuhkan dalam dunia ini. 
Bersyukur adalah cara yang baik untuk kita bila sudah melewati suatu cobaan, dengan selalu ingat kepada Tuhan, Niscaya Tuhan akan menambah kebahagiaan kita. Agama Isalam dengan kitabnya Al Quran dan hadist Rasulullah SAW telah memerintahkan kita untuk bersyukur, antara lain :

    Perintah mensyukuri nikmat Allah

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni’mat)-Ku.“(QS. 2:152)

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.“ (QS. 2:172)

“Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.“ (QS. 3:123)

“Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu; maka mintalah rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan.“ (QS. 29:17)

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.“ (QS. 31:14)

“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”. (QS. 34:15)

    Allah memberi balasan kepada Orang yang Bersyukur

“Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.“ (QS. 3:144)

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.“ (QS. 3:145)

“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.“ (QS. 4:147)

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”(QS. 14:7)

“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS.31:12)

“Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kembalimu lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang tersimpan dalam (dada)mu.” (QS. 39:7)

“sebagai ni’mat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur,“ (QS.54:35)

    Kebanyakan Manusia Tidak Bersyukur

“Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, penglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur.” (QS.23:78)

“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang ke luar dari kampung halaman mereka, sedang mereka beribu-ribu (jumlahnya) karena takut mati; maka Allah berfirman kepada mereka: “Matilah kamu”, kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.” (QS. 2:243)

” kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan men-dapati kebanyakan mereka bersyukur (ta’at).“ (QS. 7:17)

“Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai kurnia yang besar (yang diberikan-Nya) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya).” (QS.27:73)

“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.“ (QS.32:9)

“Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur.“ (QS. 34:13)

“Allah-lah yang menjadikan malam untuk kamu supaya kamu beristirahat padanya; dan menjadikan siang terang benderang. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyal karunia yang dilimpahkan atas manusia, akan tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.“ (QS. 40:61)

“Katakanlah: “Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati”. (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur.“ (QS. 67:23)

    Doa Sebagai Tanda Mensyukuri Nikmat Allah

“Supaya kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat ni’mat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan: “Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.” (QS. 43:13-14)

    Doa (Nabi Sulaiman as.) Untuk Tetap Mensyukuri Nikmat Allah

“maka dia (Sulaiman as.) tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdo’a: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni’mat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” (QS. 27:19)

    Allah mengetahui siapa yang bersyukur

“Dan demikianlah telah Kami uji sebahagian mereka (orang-orang kaya) dengan sebahagian mereka (orang-orang miskin), supaya (orang-orang yang kaya itu) berkata: “Orang-orang semacam inikah di antara kita yang diberi anugerah Allah kepada mereka?” (Allah berfirman): “Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang bersyukur (kepadaNya)?” (QS.6:53)

    Hadits dan Wasiat Ulama Akhlak Tentang Syukur

“Yang paling pandai bersyukur kepada Allah adalah orang yang paling pandai bersyukur kepada manusia.” (HR. Ath-Thabrani)
“Apabila seorang melihat orang cacat lalu berkata (tanpa didengar oleh orang tadi) :“Alhamdulillah yang telah menyelamatkan aku dari apa yang diujikan Allah kepadanya dan melebihkan aku dengan kelebihan sempurna atas kebanyakan makhlukNya”, maka dia tidak akan terkena ujian seperti itu betapapun keadaannya.” (HR. Abu Dawud)

“Dua hal apabila dimiliki oleh seseorang dia dicatat oleh Allah sebagai orang yang bersyukur dan sabar. Dalam urusan agama (ilmu dan ibadah) dia melihat kepada yang lebih tinggi lalu meniru dan mencontohnya. Dalam urusan dunia dia melihat kepada yang lebih bawah, lalu bersyukur kepada Allah bahwa dia masih diberi kelebihan.” (HR. Tirmidzi)

“Sebaik-baik do’a adalah pada hari Arafat dan sebaik-baik yang aku ucapkan dan juga diucapkan oleh para nabi sebelum aku adalah ucapan:“Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syarikalahu, lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ala kulli syaiin qodir.” (Tidak ada Tuhan kecuali Allah yang Maha Esa yang tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nyalah segala kekuasaan dan pujian. Dan Dia atas segala sesuatu Maha Kuasa) (HR. Ahmad)

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, semua urusannya adalah baik baginya. Hal ini tidak didapatkan kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila mendapatkan kesenangan, dia bersyukur, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya. Sebaliknya apabila tertimpa kesusahan, dia pun bersabar, maka yang demikian itu merupakan kebaikan baginya.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2999 dari Abu Yahya Shuhaib bin Sinan radhiyallahu ‘anhu).(Dari artikel Memahami Syukur — Muslim.Or.Id by null)

Sedang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw bersabda:
“Setiap perbuatan baik yang tidak dimulai dengan memuji Allah, maka tidak sempurnalah perbuatan itu.” (HR. Abu Dawud)

Dari Abu Musa Al-Asy’ari ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda:
“Apabila anak seseorang meninggal dunia, maka Allah bertanya kepada malaikat-Nya:Kamu telah mencabut nyawa anak hamba-Ku? Para malaikat menjawab: Ya. Allah bertanya lagi:Kamu telah mencabut buah-hatinya? Para malaikat menjawab: Ya. Allah bertanya: Apakah yang diucapkan oleh hamba hamba-Ku? Para malaikat menjawab:Ia memuji-Mu dan mengucap Inna lillahi wa inna ilaihi raajiun (Sesungguhnya segala sesuatu berasal dari Allah dan sesungguhnya akan kembali kepada-Nya).
Kemudian Allah Ta’ala berfirman:Bangunlah sebuah rumah di sorga untuk para hamba-Ku itu dan namailah Bait Al-Hamd.” (HR. Turmudzi)

“Jika memang ada suatu cara yang dapat ditiru dalam pengabdian (ibadah) kepada Allah bagi hamba-Nya, yang paling taat, yang lebih baik daripada bersyukur di setiap kesempatan, maka Allah akan menganggap cara pengabdian itu melebihi segala ciptaan yang lain. Karena sesungguhnya, tidak ada bentuk pengabdian yang lebih baik dari pada bersyukur di setiap kesempatan, Dia telah memilihnya menjadi bentuk pengabdian terunggul daripada bentuk-bentuk pengabdian yang lainnya.(Imam Ja’far Ash-shadiq ra.)

“Siapa yang tidak mensyukuri nikmat Tuhan, maka berarti berusaha untuk hilangnya nikmat itu. Dan siapa yang bersyukur atas nikmat berarti telah mengikat nikmat itu dengan ikatan yang kuat.” (Syeikh Ibnu Athaillah ra.)

“Syukur dengan lisan adalah nikmat yang besar. Manusia menanggung beban lebih besar ketika memperoleh nikmat dibanding ketika mengalami bencana. Bencana membutuhkan kesabaran, dan manusia mampu bersabar. Sedangkan kenikmatan perlu disyukuri, padahal Allah berfirman:
“Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.” (QS. Saba[34]:13) [Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi ra.]

Sumber Tulisan:

1. Al-Quran dan Terjemah, Departemen Agama Republik Indonesia.

2. 1100 Hadits Terpilih (Sinar Ajaran Muhammad) – Dr. Muhammad Faiz Almath – Gema Insani Press

3. http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/memahami-syukur.html

4.  Terjemah Riyadhus Shalihin jilid 2, Imam Nawawi, penerjemah Achmad Sunarto, Penerbit Amani, Jakarta, 1999.

5. Buku Lentera Ilahi, 99 Wasiat Imam Ja’far Ash-Shadiq, Penerbit Mizan, Bandung, 1993.

6. Terjemah Al-Hikam Syaikh Ibnu Aththoillah oleh Ustadz H. Salim Bahreisy, Penerbit Balai Buku, Surabaya, 1980.

7. Buku “Sekilas Tentang Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, Muallif Simtud Duror” karya Novel Muhammad Alaydrus, Penerbit Putra Riyadi, Solo, 2000.

8. http://www.dudung.net/quran


Rabu, 06 Agustus 2014

Kembali Suci di hari yang Fitri

Setiap tahun umat Islam melewati Bulan Ramadhan, dalam bulan tersebut semua umat Islam diwajibkan melaksanakan Puasa Ramadhan selama 1 bulan penuh. Puasa Ramadhan mengajarkan kita untuk dapat menahan semua hawa nafsu, hidup akan menjadi tenang dan pasti akan tumbuh kesabaran dalam hati.
Setelah berpuasa satu bulan penuh kita dihadapkan pada hari yang luar biasa ( hari Kemenangan ), hari kemenangan tersebut disebut hari Raya Idul Fitri, hari besar Umat Islam se dunia. Di Negara tercinta ini hari Raya Idul Fitri dimaknai sebagai hari untuk kebali suci, melebur segala dosa yang dilakukan di dunia. Dengan saling memaafkan diharapkan dapat menghlangkan dan melebur dosa kita kepada sesama umat manusia. Hari Raya Idul Fitri harus menjadikan kita lebih baik dari pada hari kemarin dan hari yang akan datang kita harus bisa lebih baik lagi, dengan sikap tersebut kita akan menjadi manusia yang bermartabat dan disenangai banyak orang.

Indanya memaknai HUT Kemerdekaan RI

Tanggal 17 Agustus 1945 merupakan hari bersejarah Bangsa Indonesia dimana pada tanggal tersebut Bangsa Indonesia memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia yang dibacakan oleh Ir. Soekarno di jalan Pegangsaaan Timur no. 56 Jakarta Pusat.
Dengan semangat proklamasi seluruh Rakyat Indonesia melaksanakan Upacara Bendera dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, semua Istansi Pemerintah diwajibkan melakasanakan Upacara bendera. Disetiap upacara tersebut dilaksanakan pembacaan detik - detik Proklamasi yang diharapkan semua peserta upacara bendera lebih bisa menghayati Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia
Terlepas dari kegiatan upacara bendera memaknai HUT Kemerdekaan RI tersebut dapat dilakukan dalam berkehidupan kebangsaan, sebagai kader bangsa yang akan menjadi penerus masa depan bangsa tentulah harus berkualitas. Dengan meningkatkan kemampuan kita dalam berbagai hal seperti  cara kita berkata, bertingkah laku, bekerja, bermasyarakat harus sesuai dengan norma - norma yang berlaku agar persatuan dan kesatuan Indonesia tetap tejaga dengan baik.
Banyak masalah yang dialami Bangsa ini, tapi bila diatasi dengan tenang dan baik pasti akan menjadi lebih baik, jangan menyerah dalam menghadapi masalah, tetap teguh dengan pendirian, kiatkan persatuan dan kesatuan, dahulukan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi dan kelompok niscaya Kita dapat memaknai HUT kemerdekaan RI in dangan lebih baik dan akan menjadikan Negara Republik Indonesia lebih berintgritas dan bermartabat dimata Dunia

Minggu, 03 Agustus 2014

Pemimpin yang Amanah

Wajar (wajib belajar sembilan tahun) merupakan suatu kebijakan yang efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita. Tetapi perlu juga peningkatan terhadap kebijakan tersebut dari 9 tahun menjadi 12 tahun. Solusi tersebut tidak secara langsung membuahkan hasil akan tetapi secara bertahap ( step by step) pasti tujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia akan terwujud. Selain itu, elemen-elemen pendukung seperti fasilitas juga harus layak dan memenuhi standar. Tenaga pendidik juga harus dituntut profesional, sehingga akan terbentuk  suatu chek and balance dimana pengajar yang profesional akan berdambak pada peningkatan kualitas pada peserta didik. Pemerintah khususnya kemendiknas juga telah memberikan apresiasi terhadap guru-guru yang dianggap profesional yaitu dengan dikeluarkannya Tunjangan Profesi Guru. Tentunya ini juga ditujukan pada guru-guru yang memnuhi standar kompetensi, tidak hanya guru yang “semaunya saja dalam mengajar”. Hal ini menjadikan semngat serta pemacu tenaga pengajar untuk lenih profesional, lebih kreatif serta tetunya sesuai standar kompetensi profesional guru, yaitu: kompetensi afektif, kompetensi kognitif, serta kompetensi psikomotorik. Selain tenaga pengajar yang handal dan kreatif juga dibutuhkah atensi peserta didik/murid. Murid diharapkan dapat berjalan seirama dengan apa yang diinginkan guru. Murid dituntut lebih aktif dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sehingga ada suasana akademik yang kondusif yang mana menjadi suatu komunikasi tersendiri antara murid dan guru.

Usaha-usaha seperti yang saya kemukakan di atas apabila terlaksana dengan baik insyaalah pendidikan di Indonesia akan lebih maju dan berkualitas, sehingga melalui pendidikan yang baik akan tercipta pula pemimpin-pemimpin yang baik serta amanah. Ini juga akan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik di era kontemporer ini.

Sumber : http://edukasi.kompasiana.com/2012/05/29/harapan-dan-tantangan-pendidikan-di-indonesia-460794.html

Jumat, 01 Agustus 2014

Paradigma Kurikulum 2013

Tantangan - tantangan yang selalu muncul dalam persaiangan Globalisasi dalam abad 20 ini memanglah sangat ketat. Walaupun Indonesia masiih berpredikat Negara Berkembang akan tetapi sudah diharuskan bisa bersaing dengan Negara - negara Berkembang lain bahkan Negara - negara yang sudah maju. Setiap tantangan yang ada harus dihadapai dengan kemampuan yang dimiliki oelh suatu Negara dari berbagai bidang diantaranya adalah Bidang Ekonomi, Politik, Keamanan, dan lain sebagainya.

Bidang - bidang tersebut pastilah harus ada tunas - tunas bangsa yang berkompeten, berkualitas dan berintagritas tertinggi agar ide dan pikiran - pikiran mereka dapat tercurahkan dan dapat dimanfaatkan untuk perkembangan dan kemajuan suatu bidang dalam persaingan Globalisasi yang sangat ketat ini. Pendidikan adalah akar dari keberhasilan suatu Bangsa. Kemendikbud yang memliki wilayah dalam Bidang Pendidikan pastilah akan beruhasa untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian kader - kader Bangsa. Berbagai upaya dari Evaluasi, Reflesi dan Revisi pun harus ditempuh yang akkhirnya muncullah kurikulum baru yang dinamakan " Kurikulum 2013 ".

Setiap hal yang baru pastilah ada yang pro dan Kontra, tidak terkecuali Kurikulum yang dikeluarkan Kemdikbud yaitu Kurikulum 2013. banyak media yang meliput berita - berita yang memuat pro dan kontra tentang kurikulum 2013. Ini terjadi karena ada perbedaan cara pandang atau belum memahami secara utuh konsep kurikulum berbasis kompetensi yang menjadi dasar Kurikulum 2013

Secara falsafati, pendidikan adalah proses panjang dan berkelanjutan untuk mentransformasikan peserta didik menjadi manusia yang sesuai dengan tujuan penciptaannya, yaitu bermanfaat bagi dirinya, bagi sesama, bagi alam semesta, beserta segenap isi dan peradabannya.

Dalam UU Sisdiknas, menjadi bermanfaat itu dirumuskan dalam indikator strategis, seperti beriman-bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Dalam memenuhi kebutuhan kompetensi Abad 21, UU Sisdiknas juga memberikan arahan yang jelas, bahwa tujuan pendidikan harus dicapai salah satunya melalui penerapan kurikulum berbasis kompetensi. Kompetensi lulusan program pendidikan harus mencakup tiga kompetensi, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan, sehingga yang dihasilkan adalah manusia seutuhnya. Dengan demikian, tujuan pendidikan nasional perlu dijabarkan menjadi himpunan kompetensi dalam tiga ranah kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan). Di dalamnya terdapat sejumlah kompetensi yang harus dimiliki seseorang agar dapat menjadi orang beriman dan bertakwa, berilmu, dan seterusnya.

Mengingat pendidikan idealnya proses sepanjang hayat, maka lulusan atau keluaran dari suatu proses pendidikan tertentu harus dipastikan memiliki kompetensi yang diperlukan untuk melanjutkan pendidikannya secara mandiri sehingga esensi tujuan pendidikan dapat dicapai.
 Dalam usaha menciptakan sistem perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian yang baik, proses panjang tersebut dibagi menjadi beberapa jenjang, berdasarkan perkembangan dan kebutuhan peserta didik. Setiap jenjang dirancang memiliki proses sesuai perkembangan dan kebutuhan peserta didik sehingga ketidakseimbangan antara input yang diberikan dan kapasitas pemrosesan dapat diminimalkan.
Sebagai konsekuensi dari penjenjangan ini, tujuan pendidikan harus dibagi-bagi menjadi tujuan antara. Pada dasarnya kurikulum merupakan perencanaan pembelajaran yang dirancang berdasarkan tujuan antara di atas. Proses perancangannya diawali dengan menentukan kompetensi lulusan (standar kompetensi lulusan). Hasilnya, kurikulum jenjang satuan pendidikan.

Dalam teori manajemen, sebagai sistem perencanaan pembelajaran yang baik, kurikulum harus mencakup empat hal. Pertama, hasil akhir pendidikan yang harus dicapai peserta didik (keluaran), dan dirumuskan sebagai kompetensi lulusan. Kedua, kandungan materi yang harus diajarkan kepada, dan dipelajari oleh peserta didik (masukan/standar isi), dalam usaha membentuk kompetensi lulusan yang diinginkan. Ketiga, pelaksanaan pembelajaran (proses, termasuk metodologi pembelajaran sebagai bagian dari standar proses), supaya ketiga kompetensi yang diinginkan terbentuk pada diri peserta didik. Keempat, penilaian kesesuaian proses dan ketercapaian tujuan pembelajaran sedini mungkin untuk memastikan bahwa masukan, proses, dan keluaran tersebut sesuai dengan rencana.

Dengan konsep kurikulum berbasis kompetensi, tak tepat jika ada yang menyampaikan bahwa pemerintah salah sasaran saat merencanakan perubahan kurikulum, karena yang perlu diperbaiki sebenarnya metodologi pembelajaran bukan kurikulum. (Mohammad Abduhzen, “Urgensi Kurikulum 2013”, Kompas, 21/2 dan “Implementasi Pendidikan”, Kompas, 6/3). Hal ini menunjukkan belum dipahaminya secara utuh bahwa kurikulum berbasis kompetensi termasuk mencakup metodologi pembelajaran.

Tanpa metodologi pembelajaran yang sesuai, tak akan terbentuk kompetensi yang diharapkan. Sebagai contoh, dalam Kurikulum 2013, kompetensi lulusan dalam ranah keterampilan untuk SD dirumuskan sebagai “memiliki (melalui mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyaji,  menalar, mencipta) kemampuan pikir dan tindak yang produktif  dan kreatif, dalam ranah konkret dan  abstrak, sesuai dengan yang  ditugaskan kepadanya.”
Kompetensi semacam ini tak akan tercapai bila pengertian kurikulum diartikan sempit, tak termasuk metodologi pembelajaran. Proses pembentukan kompetensi itu, sudah dirumuskan dengan baik melalui kajian para peneliti, dan akhirnya diterima luas sebagai suatu taksonomi.